Kapolda Sumsel Ancam Pecat Anggota Polisi Bantu Tahanan Kabur

Onbet789 Polisi menangkap delapan dari 30 tahanan, termasuk dua otak pelarian, yang kabur dari sel Polresta Palembang, pada Minggu (5/5) dini hari. Anggota polisi yang membantu pelarian pun terancam pemecatan. Sebab, keterangan tahanan soal cara kabur tidak sinkron.

Kapolresta Palembang Komisaris Besar Didi Hayamansyah mengatakan dua perencana itu adalah Fahmi (30) dan Iwan Oge (36).

Fahmi berhasil ditangkap dalam kurun waktu 24 jam setelah melarikan diri. Sementara, kata Didi, Iwan Oge masih buron dan belum diketahui keberadaannya.

Didi menjelaskan Fahmi mengaku menjebol terali besi ventilasi udara sel penjara dengan menggunakan balok kayu yang menjadi tiang kamar mandi sel.

Namun, penyidik belum mengkonfrontasi pernyataan Fahmi tersebut dengan pernyataan Indah permata sari (23), istri Arif Hidayatullah (24), salah satu tahanan yang juga melarikan diri. Indah mengaku membawakan gergaji besi untuk membantu suaminya melarikan diri.

"Pernyataan Indah dan Fahmi belum sinkron, karena keduanya masih diperiksa secara terpisah. Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kronologis dan cara, serta siapa saja yang terlibat dalam penjebolan sel penjara ini," ujar Kapolres, Senin (6/5).

Sementara itu, pihaknya masih mengerahkan penyidik untuk memburu Iwan. Nama terakhir diketahui merupakan bandar sabu yang merupakan tangkapan Unit Reskrim Polsek Kertapati. Iwan dititipkan di tahanan Polres untuk segera menjalani persidangan.

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menginstruksikan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dan Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang untuk menyurati para keluarga tahanan yang melarikan diri untuk segera menyerahkan diri.