Berebut Scudetto, AC Milan dan Inter Milan Kejar-kejaran

Liga Italia – Perburuan gelar juara Liga Italia musim ini bakal berlangsung ketat, terutama persaingan antara AC Milan dan Inter Milan.

Kendati Juventus tak boleh dihilangkan dari daftar persaingan, namun hingga saat ini terbukti kedua tim asal Milan ini yang saling sikut di puncak klasemen.

Saat ini AC Milan boleh saja berada di posisi puncak klasemen Serie-A Italia, namun Inter Milan tak boleh dianggap sebelah mata.

Skuad asuhan Antonio Conte ini sudah mulai fokus mengejar gelar Liga Italia setelah Nerazzurri tak lagi berkompetisi di level Eropa.

Peringatan tersebut dilontarkan oleh mantan pemain bertahan Inter Milan, Riccardo Ferri. Menurutnya, AC Milan memang tampil mengesankan, tetapi ia yakin bahwa Inter Milan baru mulai tampil serius buru gelar bergengsi Serie-A Italia.

Sebagaimana yang diketahui, AC Milan memiliki kampanye Liga Italia Serie A yang tergolong fantastis. Bagaimana tidak, keberhasilan Rossoneri meraih Capolista di penghujung tahun 2020 diwarnai catatan unbeaten.

Torehan 14 laga Liga Italia Serie A tak tersentuh kekalahan menjadi bukti bagaimana konsistensi permainan dimiliki oleh tim besutan Stefano Pioli itu.

Rinciannya Zlatan Ibrahimovic dkk mampu membukukan 10 kemenangan plus empat hasil imbang, serta mengoleksi 34 poin.

Namun penampilan atraktif nan menawan tak hanya dimiliki oleh Rossoneri, tetapi juga klub satu kotanya. Inter Milan yang baru saja tersingkir dari ajang Liga Champions mengalihkan fokus mereka ke ajang Serie A.

Trofi Scudetto diklaim menjadi obat penawar luka yang paling ampuh bagi Nerazzurri. Riccardo Ferri mengamini bahwa AC Milan memiliki penampilan yang sensasional. Namun ia yakin, bekas klubnya, Inter Milan baru saja memulai perlombaan untuk gelar Scudetto.

“AC Milan merupakan tim dengan semangat juang yang tinggi, mereka jelas mengusung permainan terbuka dan menyerang,” terangnya, dikutip dari laman Sempre Inter.

“Inter Milan baru saja mulai fokus ke Serie-A Italia, mereka bisa saja menjadi aktor protagonis untuk musim ini di Liga Italia.”

Lebih lanjut, Riccardo Ferri memiliki alasan kuat mengapa tim besutan Antonio Conte itu baru mulai serius dalam perburuan Scuetto. Alasannnya jelas, mereka sebelumnya fokus untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Di mana musim lalu mereka menelan hasil pahit. Namun imbasnya musim ini bahkan jauh lebih buruk, Romelu Lukaku cs tidak lolos babak 16 besar Liga Champions, apesnya juga tak bisa bermain di Liga Eropa.

Hasilnya, pilihan paling rasional ialah mengejar gelar Liga Italia, yang mana musim lalu Inter sejatinya memiliki kesempatan menjadi kampiun.

“Inter baru saja mulai untuk perlombaan ini, mereka menunjukkan kemampuannya. Namun saya rasa Inter juga bisa melakukan jauh lebih baik dari sekarang, mereka memiliki modal yang lebih dari cukup,” tandasnya.

Dibandingkan dengan AC Milan, komposisi dan kedalaman skuat Nerazzurri jauh lebih baik. Di semua lini permainan Inter adalah kilauan pemain bintang yang kualitasnya tak diragukan lagi.

Sedangkan Rossoneri sendiri banyak mengandalkan pemain muda ynag dikombinasikan pemain berpengalaman.

Misi meraih trofi Liga Italia Serie A jadi harga mati bagi Inter, mengingat nasib pelatih mereka, Antonio Conte yang dipertaruhkan. AC Milan wajib waspada atas performa yang diberikan oleh Nerazzurri.

Rekor Juara Paruh Musim

Tradisi Campione d’Inverno alias juara paruh musim bisa menguntungkan AC Milan, hegemoni yang mengakar Juventus di ajang Serie-A Italia jadi bukti nyata.

Tidak bisa dipungkiri kembali bahwa dominasi Juventus di panggung Serie-A Italia sangatlah kuat. Tercatat dari musim 2011/2012 hingga musim lalu, Juventus sembilan musim beruntun sukses meraih trofi Scudetto Liga Italia.

Uniknya, dari sembilan musim merajai kancah Serie A, hanya dua kali Juventus gagal berstatus Campione d’Inverno alias juara paruh musim. Kegagalan dua kali Juventus menjadi Campione d’Inverno terjadi pada musim 2015/2016, dan 2017/2016.

Saat itu Napoli lah yang berstatus sebagai juara paruh musim. Namun pada akhir kompetisi. laju Bianconeri sama sekali tak terbendung.

Menariknya, musim ini AC Milan mampu menutup akhir tahun 2020 sebagai Capolista alias pemuncak klasemen sementara, berpeluang besar menyandang titel tersebut.

Laju Rossoneri terbilang masih sangat jauh untuk mengakhiri dominasi Juventus. Setidaknya butuh lima pertandingan lagi bagi bagi AC Milan untuk menentukan apakah mereka mampu meraih Campione d’Inverno atau sebaliknya.

Namun berkiblat pada tren permainan dan konsistensi yang mereka milik bukan tidak mungkin Rossoneri bisa menyandang status sebagai juara paruh musim. Diungkapkan oleh Zlatan Ibrahimovic, AC Milan tidak ada salahnya untuk bermimpi soal Scudetto.

Dengan penampilan stabil yang mereka pertontonkan, adalah hal yang wajar jika memandang Scudetto sebagai hal yang tak mustahil bagi mereka.

“Scudetto. Tim harus berani bermimpi. Tim dapat dan ingin melakukan lebih banyak lagi,” terang Zltan Ibrahimovic, dikutip dari laman Sempre Milan.

Sejauh ini AC Milan telah melangsungkan 14 pertandingan di ajang Liga Italia Serie A. Uniknya, gelar Capolista yang diraih Rossoneri saat ini diwarnai catatan unbeaten di 14 laga.

Rinciannya Rossoneri mengemas 10 kemenangan plus empat kali imbang dengan koleksi 34 poin. Untuk menentukan apakah AC Milan mampu meraih Campione d’Inverno, terdapat lima laga lagi yang harus dilakoni oleh Rossoneri.

Tercatat kelima laga tersebut akan bersua dengan Benevento, Juventus, Torino, Cagliari dan Atalanta. Praktis dari lima laga tersebut, Rossoneri memiliki dua laga berat, yakni melawan Atalanta dan Juventus.

Zlatan Ibrahimovic sendiri mengakui, untuk mewujudkan pencapaian gemilang 10 tahun silam, bukan perkara yang mudah. Eks striker Barcelona itu meminta rekan-rekannya untuk fokus dalam setiap laga yang akan dihadapi.

“Pertandingan masih sangat banyak dan musim panjang telah menanti, tim ini harus fokus dalam setiap laga yang akan dilakoni,” tukasnya.

Perlu lima laga lagi bagi Rossoneri untuk melihat apakah mereka mampu menyegel juara paruh musim. Andai konsistensi mereka terus berlanjut, peluang besar bagi Rossoneri meraih titel tersebut.

Sedangkan tradisi Campione d’Inverno memiliki keberpihakan ‘mitos’ siapa yang menyandangnya maka akhir musim berpotensi kuat jadi juara Serie-A Italia.

Daftar Juara 10 Musim Terakhir Juara Paruh Musim

  • Musim 2010/2011: AC Milan (Campione d’Inverno) /AC Milan (Campione)
  • Musim 2011/2012: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2012/2013: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2013/2014: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2014/2015: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2015/2016: Napoli (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2016/2017: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2017/2018: Napoli (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2018/2019: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)
  • Musim 2019/2020: Juventus (Campione d’Inverno) /Juventus (Campione)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *